Merapi Tak Pernah Ingkar Janji ( Juni 2014)

Halo sobat jejak balik lagi bareng gue igar mahendra.

Kali ini gue akan berbagi sedikit pengalaman gue ke gunung merapi di tahun 2014.

Cerita bermula ketika keinginan gue untuk mencoba mendaki gunung pertama kali nya di tahun 2014, tepatnya waktu gue kelas 1 smk ternama di jakarta timur. Di bulan juni itulah tiba saatnya gue mendaki gunung. Di ajak salah satu sahabat gue di smk kita berencana mendaki gunung merapi di jawa tengah. Karena kita masih belom berpengalaman soal daki mendaki, jadilah sahabat saya ini yang bernama ojan mengajak ‘abang2an’ dia di kebon baru bernama Bang Bijak, nah bang bijak inilah yang akan menemani petualangan gue mencapai puncak garuda merapi untuk pertama kalinya.

Sampai di hari H, Fauzan mengundurkan diri karna alasan tertentu. Sisa gue sama bang bijak yang masih bertahan. Gue pun raguragu untuk pertama kalinya berpergian dengan orang yang baru di kenal, apalagi mendaki gunung. Tapi karna rasa penasaran dan keinginan gue untuk mendaki gunung sangat tinggi, jadilah gue dan bang bijak berangkat menggapai puncak garuda gunung merapi

10 Juni 2014 = Keberangkatan

Pagi itu, gue dan bang bijak bertemu di terminal rawamangun, menunggu datangnya bis tujuan jogja. Gue sedikit lupa naik bis apa kala itu, tetapi gue ingat harganya itu 100rb. Berangkatlah gue dan bang bijak dari rawamangun jam 10.00 pagi. Di sepanjang perjalanan gue pun sedikit gugup dan bingung karna akan mendaki gunung untuk pertama kalinya. Peralatan yang gue bawa pun sangat tidak memadai seperti tidak membawa matras, memakai sepatu running dll, kalo di ingat2 tentang itu sangat lucu juga haha.

11 Juni 2014 = Mimpi ini terwujudkan

Pukul 04.00 dini hari, sampai lah gue di terminal giwamangan jogja, ternyata bang bijak mengajak kawan nya yang berada di jogja bernama lana, lana ini sudah lulus sekolah saat itu dan sedang menunggu masuk ke perguruan tinggi. Beruntungnya gue karna lana adalah sispala di sekolahnya. Dan dia pun membawa alat mendaki nya dengan lengkap seperti tenda dan peralatan masak.

Jam 08.00 pagi setelah gue dan bang bijak selesai sarapan, datanglah lana dengan keril kulkasnya mengahampiri kami, setelah berkenalanan dan berbincang2 sedikit. Berangkatlah kami menuju kota selo tepatnya di boyolali jawa tengah.

Sebelum tepat sampai di selo kita harus berganti bis sampai 3x (transit) karna tidak ada bis yang langsung ke selo dari jogja.

Tiba di selo boyolali di sore hari, kami pun tidak lupa untuk melapor ke polsek selo untuk mendaki gunung merapi.

Tiba di basecamp barameru kami istirahat sebentar untuk bersiap2 mendaki di malam hari.

New Selo Tampak dekat (Warung Terakhir)
Jalur Merapi via Selo

Gunung merapi bisa dibilang mempunya trek yang cukup singkat yaitu 6 jam saja sudah bisa sampai puncak garuda dari basecamp.

Kami pun start dari basecamp barameru sehabis isya sekitar pukul 20.00 dan berencana ber istirahat di sebelum pasar bubrah.

Trek di mulai dengan jalan aspal menanjak sampai ke titik warung terakhir, titik ini pun sering disebut new selo karna dari bawah terlihat jelas seperti tulisan Hollywood di amerika sana.

Setelah dari new selo, trek jalan mulai agak menanjak melewati perkebunan warga.

Sampai di pos 1 ke atas sudah mulai memasuki hutan belantata.

Mendaki di malam hari menurut saya serem serem asik, karna kita tidak mudah lelah dan tidak berfikir kapan sampai karna kita tidak melihat langsung jalur tersebut (hanya di bamtu cahaya headlamp)

Terlihat kami sering break untuk beristirahat sebentar di pos gubuk yang sudah di bangun di jalur tersebut, seingat saya Cuma ada 2 rombongan malam itu yang naik ke merapai, kelompok kami dan juga kelompok dari semarang.

Tepat pulul 23.00 kami tiba di atas pasar bubrah dan mendirikan tenda disana, tenda selesai dan kita pun mulai memasak indomie untuk mengisi perut dan lanjut tidur untuk persiapan ke puncak merapi esok hari, malam itu terasa sunyi sekali membuat gue tertidur pulas.

12 Juni 2014 = Merapi tak pernah ingkar janji

Pagi itu gue pun terbangun dan melihat sunrise. Jujur gue baru pertama kali melihat sunrise seindah ini dan di atas ketinggian untuk kali pertama, dengan background gunung merbabu di depan nya.

Merapi Pagi Hari background merbabu

Kami pun mengisi perut dulu dengan indomie untuk sarapan pagi ini dan bersiap2 untuk summit attack, kami hanya membawa satu liter air putih dan juga 1 bungkus sari gandum coklat buat bertiga, kami pun sempat berfoto2 di pasar bubrah yang terkenal angker, pasar bubrah sendiri dikenal sebagai pasar setan ( untung saja gaada cerita aneh selama disana )

Pasar Bubrah 2671mdpl
Sebelum summit, Pasar Bubrah dengan sejuta misterinya

dan lanjut menuju puncak garuda dengan trek berpasir dan batu batu kecil, naik 1 langkah bisa turun 2 langkah.

Pukul 09.20 adalah hal yang paling menyenangkan di hidup gue, yaitu bisa mencapai puncak garuda merapi untuk pertama kalinya. Rasa bahagia dan haru pun bercampur menjadi satu

Bang Bijak
Lana di puncak garuda merapi

MERAPI

Terimakasih untuk semua orang yang terlibat di pendakian pertama saya kali ini, terkhusus bang bijak dan lana yang sudah mengajarkan arti mendaki yang sesunguhnya. Salam lestari

Tinggalkan komentar